Diskominfo Makassar Deteksi Permasalahan SPBE Lewat Evaluasi dan Monitoring

Guna mendeteksi masalah dan penghambat meningkatnya indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Makassar, Dinas Komunikasi dan Informatika Makassar melalukan evaluasi dan monitoring.

Seluruh SKPD se- Kota Makassar pun diajak untuk berdiskusi membahas terkait perencanaan arsitektur dan peta rencana SPBE bersama narasumber yang dihadirkan. Dalam diskusi tersebut juga membahas terkait masalah-masalah hingga berbagai saran mengenai progres SPBE hingga saat ini.

Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar, Muh Alief Fahdal Imran Oemar sebagai narasumber menuturkan beberapa masalah terkait SPBE Kota Makassar

“Semuanya sudah memiliki sistem namun kurang dalam hal saling berbagai data dan saling menggunakan data antar SKPD, artinya integrasi data harus kuat,” katanya.

Selain itu, Muh Alief juga menekankan hal penting mengenai SPBE yang sementara dalam progres pengerjaan.

“Ada dua hal yang sangat penting dalam proses SPBE ini, yakni desain intekgrasi dalam hal ini arsitektur SPBE dan
implementasi integrasi termasuk di dalamnya integrasi proses bisnis, integrasi data, integrasi aplikasi dan integrasi jaringan,” ungkapnya.

“Artinya kalau arsitektur sudah jadi, semua SKPD yang ada harus mengikuti sistemnya ini, harus konsistenkonsisten dan benar benar menjalankan arsitektur SPBE,” lanjutnya lagi.

Sementara Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Makassar Dr Jusman mengungkap bahwa pihaknya kini sementara menyiapkan sebuah aplikasi untuk pengumpulan data dari seluruh SKPD.

“Kita sedang membuat platform dan akan launching tanggal 17 nanti. Di mana semua SKPD akan mendapat satu akun untuk memasukkan data datanya,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − seventeen =

Scroll to top